Kepler Temukan "Megaearth" di Sistem Tata Surya Lain

Minggu, 10 Januari 2016

Kepler Temukan

Teleskop antariksa Kepler yang diluncurkan ke exoplanet pada 2009 telah menemukan planet berbaru yang masanya 17 kali lebih besar dibanding Bumi. Kepler mengorbit sebuah bintang di konstelasi Draco 560 tahun cahaya jaraknya dari Bumi.

Planet yang diungkap di pertemuan American Astronomical Society di Boston itu telah mengejutkan para ilmuwan. Ini karena planet dengan massa 10 kali lebih berat dari Bumi tersebut memiliki banyak gas hidrogen yang membentuk bebatuan keras.

Planet yang disebut Kepler 10-c itu saat ini dinamai "Megaearth" karena lebih besar dari "Superearth" yang sebelumnya disebut mirip Bumi. Planet tersebut memiliki diameter 10 ribu mil dan mengorbit bintang utamanya setiap 45 hari. Waktu orbit yang tak lama ini berarti gravitasi di permukaan planet tiga kali lebih berat dari Bumi, terlalu panas untuk menampung kehidupan.

Kepler 10-c lebih padat dari Bumi, terutama di bagian inti. "Dia berbatu, tapi batunya lebih padat di sana dari pada di sini," terang Profesor Dimitari Sasselov.

Sekadar diketahui, tujuan utama Kepler dan proyek serupa adalah menemukan planet seperti Bumi yang bisa ditinggali, sebuah planet yang tidak terlalu jauh maupun dekat dari pusat tata suryanya di mana air berbentuk cair.


Sum: Berita teknologi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Joglo Template | Joglo Template
Copyright © 2015. Joglo Service - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Joglo Service
Proudly powered by Blogger