Mark Zuckerberg Tanggapi Dingin Kritikan Internet Gratis

Rabu, 30 Desember 2015

CEO Facebook Mark Zuckerberg menjawab kritik layanan "Free Basics" yang memungkinkan 1,2 miliar penduduk India menikmati internet gratis. Sebelumnya, layanan tersebut dianggap tak netral karena memblokir sejumlah status.

Mark Zuckerberg Tanggapi Dingin Kritikan Internet Gratis

"Siapa yang mungkin melawan layanan ini? Yang mengejutkan, ada debat panjang di India soal ini," ujar Zuck dilansir dari NYPost, Selasa (29/12/2015).

Pemerintah setempat sebenarnya sedang menyelidiki komplain bahwa Free Basics ternyata tak lebih dari usaha Facebook menumbuhkan penggunanya, bukannya semata-mata memberikan akses web gratis.

Sekadar informasi, Free Basics memberikan akses Facebook dan beberapa situs terafiliasi. Sebaliknya, akses gratis ini memblokir situs lawan seperti Google dan Twitter.

Pengusaha setempat justru menilai investasi "Akses lebih baik, cepat dan murah untuk internet akan digantikan dengan akses lebih baik, cepat dan murah untuk Facebook dan aplikasinya". Namun Zuck yakin layanan ini masih lebih baik daripada keabsenan internet sama sekali.

"Kami punya koleksi buku-buku dasar yang disebut libraries. Mereka tidak selalu berisi buku lengkap, namun masih bisa membawa kebaikan untuk dunia," katanya.



Sum: Berita teknologi.

Bahaya Menjual Aki Bekas ke Tukang Loak

Rabu, 16 Desember 2015

Menjual aki bekas ke tukang loak ternyata dapat berdampak buruk. Hal ini dapat melanggengkan peleburan timah ilegal.

Bahaya Menjual Aki Bekas ke Tukang Loak

"Dampaknya bisa mencemari lingkungan di sekitar smelter ilegal itu,” kata Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015. 

Apalagi, tempat peleburan yang kebanyakan berada di belakang rumah penduduk ini tak dilengkapi teknologi serta fasilitas yang ramah lingkungan.

Dalam paparan yang disampaikan KPBB, tukang loak menjadi salah satu bagian rantai pasokan aki bekas ke peleburan ilegal ini. Setelah mengganti dengan yang baru, warga banyak menjual aki bekasnya ke tukang loak. Sebuah aki dihargai sekitar Rp 50 ribu per buah. Selanjutnya, aki bekas ini berpindah tangan ke penadah, yang kemudian menyalurkannya ke pelebur ilegal.

Puput, sapaan Safrudin, mengatakan dari 330 ribu ton aki bekas Indonesia setiap tahun, sebanyak 210 ribu jatuh ke smelter ilegal. Sisanya, menurut dia, antara hilang dan masuk ke pabrik pemurnian berizin.

Dampak dari pengolahan aki bekas menjadi timah hitam ilegal ini tak hanya merusak lingkungan, tapi juga fisik penduduk yang tinggal di sekitarnya. Salah satu contoh yang sempat merebak adalah di Desa Cinangka, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, kadar timbal atau Plumbum (Pb) di tanah mencapai 270 ribu bagian per juta (ppm); jauh di atas standar aman WHO yang hanya 400 ppm. Kadar Pb di dalam darah penduduknya juga mengejutkan. Anak-anak memiliki kandungan terendah 16,2 mcg/dL hingga tertinggi 65 mcg/dL –hampir tujuh kali lipat dari batas aman WHO, yakni 10 mg/dL.

Akibatnya, banyak anak mengalami cacat mental dan fisik. Bagi orang dewasa, banyak yang terjangkit kerusakan fungsi otak, gagal ginjal, darah tinggi, dan bagi wanita, kehilangan libido juga keguguran spontan. Dampak ini seolah tak membuat gentar para pelebur. Memang, penghasilan yang mereka dapat tak main-main, bisa Rp 30-40 juta per bulan, sementara modal yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 20 juta.

Meski saat ini kondisi Cinangka sudah membaik, Puput berharap pemerintah dapat membuat sistem regulasi yang menutup akses aki bekas ke para pelebur ilegal.

“Dibuat regulasi satu pintu. Jadi aki bekas dikembalikan ke distributor tempat pemilik kendaraan membeli. Jadi langsung diolah mereka dan diberikan ke pabrik pelebur yang berizin,” kata Puput. Rancangan regulasi ini telah diberikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta diharapkan segera berlaku.


Sum: Berita Teknologi.

Diam-diam Google Luncurkan Layanan Cloud Terbaru

Kamis, 10 Desember 2015

Google diketahui telah merilis sebuah layanan terbaru berbasis komputasi awan (cloud). Layanan yang diberi nama Google Cloud CDN ini merupakan sebuah content delivery network (CDN) baru untuk menarik pengembang independen yang ingin memuat aplikasi besutannya dengan lebih cepat.

Kantor pusat Google. Foto: Digital Trends


Dalam rilisan 'alpha', Google sudah menerima tawaran aplikasi dari orang-orang yang ingin mencoba layanan baru tersebut. Hanya saja saat ini belum semua wilayah dapat menggunakan layanan ini. Namun, lokasi akan ditambahkan saat layanan ini telah beredar penuh.


"CDN menggunakan batas cache ke cache konten HTTP(S) Load Balance yang didistribusikan secara global oleh Google. Dengan cara ini, Google menyediakan pengiriman jaringan lebih cepat dari konten pengembang, sekaligus mengurangi beban di server," ujar Google dalam keterangannya, seperti dikutip dari Venture Beat, Jumat (11/12/2015).


Kehadiran layanan ini disebut sebagai langkah Google untuk mampu berkompetisi dengan penyedia layanan serupa lainnya, seperti Amazon dan Microsoft. Sama seperti Google, Amazon juga menawarkan layanan CDN tersendiri.

Untuk itu, Google pun diketahui menawarkan fitur lain untuk menambah portofolionya di bidang komputasi awan ini. Fitur yang juga ditawarkan Google adalah alat untuk menyimpan dan mengedit kode aplikasi.

Tak hanya soal fitur, layanan cloud tersebut juga bersaing dalam hal harga dari komputasi awan dasar dan infrastruktur penyimpanan. Salah satunya adalah Google memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan ukuran sumber dari mesin virtual individu menggunakan Google Computer Engine.

Google bekerja sama dengan penyedia layanan CDN lain seperti Fastly, CloudFlare, Higwinds, dan Level 3. Selain empat perusahaan itu, Google juga sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan penyedia bisnis CDN terbesar, yakni Akamai. 

Sum: Berita Teknologi

ONAGOfly, Drone Mungil yang Bawa Fitur Drone Berukuran Besar

Jika berbicara masalah drone, saat ini pesawat tak berawak itu diklasifikasikan ke dalam dua macam, yakni drone dengan ukuran kecil yang biasa disebut nano atau mini quad copter, dan drone yang berukuran besar yang telah dilengkapi fitur canggih seperti sistem navigasi pintar dan kamera beresolusi tinggi untuk mengambil gambar atau video.
onagofly-drone-3

Inilah ONAGOfly, sebuah drone baru yang akan menjembatani kesenjangan antara keduanya. Ini adalah sebuah mini drone yang pas di tangan Anda, namun membawa fitur yang umum ditemukan pada drone berukuran besar seperti merekam video HD, menghindari rintangan, sistem navigasi, dan mode Follow Me.
Seperti kebanyakan drone lainnya, ONAGOfly juga dapat dikendalikan melalui smartphone berbasis Android atau iOS menggunakan koneksi Wi-Fi hingga jarak 20 meter. Drone ini juga dapat mengunci sinyal GPS dari smartphone penggunanya, sehingga drone dapat mengikuti penggunaya dari atas ketinggian yang sudah ditentukan saat berjalan, bermain ski, atau hal yang lainnya.
Drone ini juga dapat menghindari hambatan atau rintangan dari jarak 20 cm, dengan menggunakan sensor inframerah 360 derajat yang membantu drone ini melewati rintangan di sekitarnya. Selain itu, ONAGOfly juga membawa fitur canggih seperti otomatis take-off dan landing, serta tak ketinggalan fitur Return Home, di mana drone akan kembali secara mandiri di mana terakhir kali ia take-off.

Menariknya, meski memiliki ukuran body yang mungil, drone ini dibekali dengan fitur merekam video dengan kualitas FHD 1080p /30fps dengan menggunakan kamera berekekuatan 15MP. Namun yang perlu menjadi catatan, fitur stabiliser pada kamera drone ini adalah digital, yang berarti bahwa kualitas gambar tidak sebagus kamera yang menggunakan gimbal dan kamera yang dilekatkan pada rubber bumpers.


Hasil rekaman video akan disimpan ke dalam memori internal drone itu sendiri, namun pengguna bisa melihat hasil video secara langsung dari perangkat mobile masing-masing. Menariknya, tak hanya untuk merekam video saja. Bagi Anda pecinta selfie, kamera drone ini telah dilengkapi dengan sistem pendeteksi senyum otomatis, yang dapat menangkap gambar ketika semua orang yang ada di kamera tersenyum.

Drone ini dibekali dengan baterai 1000mAh yang dapat diisi ulang menggunakan sambungan USB dan dapat terbang selama 12 menit jika sambil merekam video, dan 15 menit jika hanya terbang biasa. Drone ini pun hanya memiliki berat 140 gram dan dapat menahan posisinya pada kecepatan angin 3,3 meter per detik.

Seperti yang dilansir dari Gizmag, Jum’at (11/12/2015), ONAGOfly sendiri saat ini masih berada dalam kampanye penggalangan dana di IndieGoGo, dan mereka menjanjikan satu unit ONAGOfly hanya dengan biaya sebesar 199 USD atau sekitar 2,7 juta Rupiah saja. Tentu harga ini sangat menarik untuk drone yang memiliki fitur drone seharga 10 jutaan.


Sum: Berita Teknologi

Tech Tats, Tato Biometrik yang Dapat Memantau Tubuh & Menyimpan Data Identitas Pengguna

Rabu, 09 Desember 2015

Wearable yang dapat memantau tingkat kebugaran seseorang kini semakin beragam saja, tidak hanya sebatas perangkat seperti gelang pintar atau jam tangan pintar, bahkan kini berbentuk tato yang dipasangkan ke tubuh manusia.

Tato biometrik ini bisa pantau tingkat kebugaran pemakainya (Kredit: YouTube)

Sebuah perusahaan bernama Chaotic Moon Studios yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat menciptakan sebuah teknologi baru yang bernama Tech Tats teknologi baru ini menggambungkan antara sensor dengan cat konduktif untuk membuat sebuah tato biometrik.

Cara implementasi tato ini tidak seperti tato lain yang ditanam di tubuh manusia alias implan, tato ini bisa dilepas dan dipasang sesuai keinginan. Kendati demikian, jangan berharap jika desain tato ini seperti tato konvensional seperti tribal atau flame, desain tato ini berbentuk seperti sirkuit elektro yang mampu memantau tingkat kebugaran sang pemakai.

Para pengembang tato biometrik ini merancangnya agar dapat membaca detak jantung serta mengetahui suhu tubuh manusia. Semua data akan terseimpan dan dapat diakses melalui smartphone dengan menginstall aplikasi Tech Tats terlebih dahulu.

Dengan telah dibenamkannya sebuah ATtiny85 microcontroller dan lampu LED yang dipasang pada jalur tinta elektrokonduktif, Tech Tats dapat mengetahui tingkat stres pengguna, memaintau suhu tubuh, tekanan darah, hingga detak jantung pengguna. Ya, sepintas fungsi tato biometrik ini hampir sama dengan fitness tracker milik FitBit atau Apple Watch milik Apple.
Pimpinan perusahaan, Ben Lamm mengatakan bahwa tato tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti cocok untuk para orangtua yang ingin memantau lokasi tempat anak mereka berada atau dapat digunakan pada bidang militer untuk memantau lokasi dan kesehatan tentaranya.

Namun hebatnya selain utk memantau kondisi tubuh, chip pada tato ini juga dapat menyimpan informasi ID/identitas maupun data perbankan penggunanya sehingga bisa digunakan untuk pembayaran seperti halnya Apple Pay.

Sama seperti kebanyakan ide high-tech lainnya, Tech Tats ini juga masih dalam bentuk prototipe dan masih terus diteliti dan dikembangkan kembali oleh tim Chaotic Moon Studios.


Sum: Berita Teknologi
 
Support : Creating Website | Joglo Template | Joglo Template
Copyright © 2015. Joglo Service - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Joglo Service
Proudly powered by Blogger